Katakan Cinta Sebelum Pergi
Seseorang menarik paksa tangannya, keluar dari kerumunan anak-anak kelas tiga SMU yang riuh di depan papan pengumuman hasil UN mereka. "Hei....., hei? ngapain sih narik-narik tangan aku....?" Rara setengah gak mudeng dengan apa yang dilakukan Ibob teman sekelasnya itu. Rasanya ingin sekali melepas dan menarik tangannya lagi dari genggaman kuat Ibob tapi hatinya seperti tak kuasa, entah mengapa kalu Ibob berada di dekatnya jantung Rara jadi berdegup lebih kencang, dan saat ini keringat dingin tiba-tiba mengucur dari pori-porinya. "Ibob kan bukan pacarku, dia cuma teman sekelasku saja,"Rara membatin dengan telapak tangan masih lekat dalam genggaman Ibob. "Ya Tuhan, kenapaaku ini.....
Kenapa aku diam saja tanganku ditarik dia begini... Aku ko malah jadi dag dig dug ngak karuan.... Aduh gimana ini." Perasaan gerogi menghinggapi Rara. "Ra...., nganten yuk..." pinta Ibob. Kakinya masih tetap mengikuti langkah-langkah Ibob yang lumayan cepat. Menuju di belakang halaman cepat. Menuju kantin di belakang halaman sekolah. Namun tak sepatah kata ke luar dari bibir Rara. "Bakso sama jus jambu dua, nggak pake lama!" teriak ibob tanpa basa-basi pada Mas Nurdinpemilik kantin sekolah. Tangganya menarik bangku kayu kosong di pojok. Ibob memberi isyarat ke Rara supaya duduk di depannya. Rara semakin salah tingkah dengan sifat Ibob memberi isyarat ke supaya duduk didepannya.Rara semakin salah tingkah dengan sikap Ibob yang tiba-tiba berubah aneh. Apa lagi ini adalah hari terakhir mereka menginjakan kaki di bangku SMU. "Hadeeeh, gue laper berat nih....semalaman gak bisa tidur mikirin pengumuman hari ini," kata Ibob memberi alasan. "kamu gak papa kan nemenin aku sekali ini?" Ibob cengar cengir. Rara mengangguk dan tersenyum malu-malu. Cukuplah untuk menjawab dan memuaskan Ibob. "Selamat makan, Mas Ibob silakan Mbak Rara..." logat medok Nurdin memecah kebisuan. Rara memang kikuk bukan kepalang. bayangkan saja cowok yang sudah dua tahun ini dia kenal paling cuek dan cool di sekolah tiba-tiba mengajak makan bareng di kantin. "kok baksonya di diemin, Non? Kasian tuh entar di lalerin," kata Ibob kocak. "Hemm....iya, iya...makasih ya Bob" jawab Rara kaku. "Ehh...., gue lega banget akhirnya lulus, tadinnya gue udah ngeper banget takut nggak lulus, tadinya gue ngeper banget takut gak lulus." Ibob membuka percakapan, mulutnya lahap mengunyah bakso gepeng. "Kamu mau ngelanjutin kemana, Ra?"
"Hah, kenapa Bob....? Kamu nanya apa barusan?" Ra gak konsen. "Wah kok nggak konek nih, lagi mikirin apa sih?" goda Ibob. "
"Hah, kenapa Bob....? Kamu nanya apa barusan?" Ra gak konsen. "Wah kok nggak konek nih, lagi mikirin apa sih?" goda Ibob. "
Tidak ada komentar:
Posting Komentar